Desa Bugbug Karangasem – Bali

LPD Desa Adat Bugbug

LPD Desa Adat Bugbug

Alamat: Desa Bugbug Karangasem – Bali
Telphone: (0363) 22708

Pendiri LPD Desa Adat Bugbug

Pendiri LPD Desa Adat Bugbug

Dari sisi perekonomian apa yang telah berjalan di Desa Bugbug, ia bukan hanya masih sekedar potensi, tapi ia sudah tergali sedemikian rupa, hanya saja tidak banyak yang menyadari bagaimana ia ditata dan dioptimalkan bagi pengembangan potensi desa.

1.Potensi Lokomotif ; Adat dan Upacara sebagai lokomotif perekonomian Desa. Tentu sudah banyak yang mengerti bahwa pelaksanaan berbagai upacara adat di Bugbug baik yang dilaksanakan oleh Desa sebagai lembaga maupun olah warga sebagai personal memberikan dampak dan turunan secara ekonomis yang menggerakan roda-roda perekonomian di bawahnya. Bayangkan secara personal saja berbagai upacara dilaksanakan oleh masyarakat Bugbug dari Ngekehin, Ngotonin, Metatah, Nganten, Mesih, Ngaben, Ngusaba Kelod, Ngepitu. Adanya pelaksanaan upacara adat yang membutuhkan berbagai logistik seperti bunga dari bunga lemitir, pandan harum sebagai bahan kembang rampai, pacah, jepun, palawija, kelapa dari busung di ujung rambut ke ujung kakinya, dari sambuk, kekau dan isi kelapa, pisang dari buah hingga gedebong dan bungsilnya, alat-alat upacara, ternak ayam, babi, itik, alat-alat upakara lainnya seperti jejahitan, bebanten dan sebagainya memberikan multiflier effect yang luar biasa dalam konteks perekonomian desa pada sektor rill.

2.Potensi Logistik. Para peternak, para petani yang menanam bunga, petani lahan kering dan perkebunan, harusnya membaca benar peluang ini dengan sebaik-baiknya dengan orientasi pemasaran bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan akan logistic upacara ini dari Bugbug oleh Bugbug dan untuk Bugbug. Untuk itu perlu ada leadership yang jelas pada tataran yang lebih tinggi seperti halnya dirigen yang menyemangati para petani dan peternak hingga mereka dapat menangkap peluang ini. Dirigen yang juga rajin mengkampanyekan penggunaan berbagai alat-alat upacara yang diproduksi oleh masyarakat itu sendiri. Dirigen yang mampu menyediakan tempat bertemunya para pembeli dan penjual yang lebih memadai dalam hal ini Pasar Desa Adat. Kenyataannya sektor peternakan ayam yang dilakoni oleh Pengusaha Bugbug juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit, bahkan mampu menyuplai kebutuhan akan ayam dan telur di “dalam negeri Bugbug” hingga “diekspor” ke pulau seberang.

3.Potensi Individu. Jumlah penduduk Bugbug yang padat baik yang menetap di Bugbug maupun purantara, secara ekonomis adalah potensi target pemasaran yang bagus. Secara impersonal, etos kerja masyarakat Bugbug cukup tinggi, banyak yang memiliki keahlian-keahlian dan kecakapan-kecapakan untuk ikut bersama-sama mengembangkan potensi dirinya. Contoh : jika membangun di Bugbug pakailah para undagi Bugbug, pakailah mesin-mesin pengolahan kayu di Bugbug, pakailah tenaga pengayah tukang dari Bugbug. Para perantau yang pulang ke Bugbug belilah oleh-oleh khas Bugbug apakah itu jaja dodol, jaja satuh Bugbug dan sebagainya. Selain disektor informal, banyak pula warga Bugbug yang bergerak di sektor formal dengan beragam profesi. Belakangan profesi sebagai pekerja di luar negeri juga banyak dilakoni oleh pemuda dan pemudi Bugbug. Inipun perlu dijaga dan ditingkatkan dari sisi bantuan permodalan oleh LPD yang tentu dikemudian hari akan memberikan kontribusi positif bagi LPD itu sendiri. Jangan sampai pengalaman LPD di desa lain yang seharusnya ia sebagai Lembaga Pemberdayaan masyarakant Desa malahi berubah menjadi Lembaga memPerdaya Desa tertular ke LPD kita.

4.Potensi Strategis. Bugbug boleh dibilang memiliki posisi yang sangat strategis. Ia berada persis di tengah-tengah antara Kecamatan Manggis dan Kecamatan Karangasem. Mestinya orang-orang Perasi, Timbrah, Bungaya, Pesedahan, Tenganan, bahkan Sengkidu sekalipun, tidak perlu jauh-jauh ke kota Amlapura untuk dapat mencari berbagai bahan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cukup belanja di Bugbug saja. Ini sebenarnya peluang untuk mengembangkan dan memaksimalkan peran Pasar Adat yang ada di Pasar Baru, dari aspek, perluasan areal pasar, perluasan areal parkir, kenyamanan pasar, penataan pedagang dan yang terpenting keramahtamahan pedagang. Jika pasar adat ini bisa dioptimalkan tentunya akan memberikan dampak turunan lainnya berupa : meningkatnya pendapatan bagi pedagang Bugbug, retribusi pasar, retribusi parkir, kontrak lahan, simpan pinjam dan sebagainya.

5.Potensi Pariwisata. Alam Bugbug memang indah baik pantai, bukit dan persawahannya. Seni budaya dan upacara, keramahtamahan masyarakat Bugbug juga merupakan komponen di dalamnya, tapi hati-hati !! Pariwisata juga memiliki dampak ikutan negatif lainnya. Candidasa adalah buktinya, dan Bias Putih siap-siap menghadang. Belajarlah dari berbagai kasus di daerah yang mengembangkan wilayahnya sebagai daerah pariwisata. Perlu benar-benar dianalisa Bugbug itu pada sisi Strengtness-nya, Weakness-nya, Opportunity-nya, Threatness-nya. Saya tidak perlu ungkapkan lagi apa kelebihan yang dimiliki Bugbug, kelemahannya tidak usah saya paparkan di sini, tapi saya lebih tertarik akan tantangannya, dimana alangkah baiknya kita perdalami dan antisipasi dampak dan turunan negative lainnya : seperti masalah kependudukan dan ketenaga kerjaan, pemerkosaan dan ekploitasi lingkungan bumi dan air, degradasi sosial dan budaya masyarakat, pencaplokan kawasan-kawasan suci yang percaya atau tidak menurunkan taksu Bali, lemahnya daya tawar desa adat terhadap industri dan sebagainya. Jangan hanya tergoda pada multiflier effect pariwisata dan gemerincing dollarnya saja, tapi waspadalah pada berbagai tantangan yang menghadang di depannya.

Dumogi mapikenoh